18' 92 Virgo

Jika ingin Membaca,Mengapresiasikan boleh saja,asal JANGAN meng'COPY PASTE tanpa menyertakan nama penulis. Hargai usaha dan kerja keras Pencipta Trima Kasih :)

Selasa, 13 September 2016

untuk apa kamu menulis?

sedikit orang menyukai hal yang berbau dengan visual
sebagian lagi menyukai hal yang berbau dengan audio
dan sebagian besar sangat menyukai audio-visual

beberapa orang mempunyai persepsi yang berbeda
satu..dua orang mempunyai alasan yang kuat
mengapa?
tak semua hal dapat disamaratakan

inilah hal yang paling spesifik dari perdebatan yang kelihatan sepele
tetapi membawa pengaruh yang besar

sering sekali telinga mendengar pertanyaan "untuk apa kamu menulis?"
bukankah itu bukan bidang keahlianmu?

beberapa orang memilih untuk acuh.
namun, justru pertanyaan yang terlontar menjadi ibarat pupuk penyubur otak

ketika itu tak perlu dijawab dengan panjang lebar
jawab saja dengan singkat tapi mengena'



hal yang dapat dipetik dari pembicaraan ini
jangan sia-siakan waktumu hanya untuk memikirkan komentar orang lain terhadapmu

selama hal itu baik maka lakukanlah
tak ada batasan untuk manusia bermimpi
entah sampai kapanpun itu
teruslah bermimpi agar hidupmu jauh lebih baik.

Dhiazt rien
13 september 2016 

Minggu, 11 September 2016

Dont' exaggerate

kadang kepedulian menjadi berlebihan
yang sekedar peduli
justru menjadi posesif !

kadang kekhawatiran menjadi berlebihan
hingga berujung kecurigaan !

kadang rasa kagum menjadi berlebihan
berakibat menyayangi !

tak sedikit problema hidup yang sekedar biasa
memberikan dampak yang luar biasa

jangan jadikan berlebih terhadap orang-orang sekitarmu
sebab kau sendiri yang akan menanggung akibatnya

mereka tak butuh sesuatu yang berlebih !

justru sesuatu yang kau berikan seadanya akan menguak
siapa diri mereka sebenarnya?
apa maksud kehadiran mereka dalam hidup kita?

jangan menjadi orang bodoh ! nanti kau yang akan dibodohi mereka !
tetapi jangan pula mencari cara untuk membantu orang lain dengan memanfaatkan kecerdasanmu

Dhiazt rien
11 september 2016

Selasa, 16 Agustus 2016

Detik Perjuangan

Betapa..
Betapa banyak rintangan dan hambatan yang selama 6 bulan lamanya kulalui..
termasuk sebuah ketidakyakinan yang menjadi penguat jiwa..

entah..
entah berapa banyak malam yang dihabiskan.
demi sebuah naskah yang berlevel rendah menengah pun tinggi.

tak jarang aku tertawa lepas disetiap libur weekendku
tak jarang aku jujur saat menampilkan wajah manisku yang penuh tawa

semua tak dapat diputar kembali
termasuk sebuah kesalahan.
tidak akan pernah kubenarkan.
entah sampai kapan.

tak banyak yang mengerti tentang permulaan
tak banyak pula yang mengetahui tentang akhir.
aku telah membungkus dengan rapi.
agar tak seorangpun berhak meluluhlantakkan ku.

aku merasa menjadi pribadi yang lebih tangguh.
aku merasa telah tumbuh jiwa yang tak biasanya.
entah harus kunamakan apa.

sejak 25 juli 2016
sejak itulah perjuangan dapat dipertanggung jawabkan

didepan tim penguji
wajah polosku tak mampu bohongi jiwaku.
disiang hari itulah aku berucap.

ketika semua hasil memuaskan.
sepadan dengan usaha yang telah dikorbankan saat itu.
meski tak banyak yang mau menjadi korban.

"Menghargai sebuah Proses" menjadi kesimpulan yang paling penting.
Kini ku tau bahwa sejatinya insan yang baik adalah insan yang menghargai sebuah proses.
sampai akhir proses.

meski tak banyak yang lolos pada tahap ini
tetapi jiwa ini menjadi semakin kuat, mandiri, dan bertanggung jawab.


Senin, 30 Mei 2016

Motivasi terbaik dibulan Mei

Tidak ada jenjang pendidikan yang menyenangkan.
karena semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin besar perjuangan yang harus dilalui.
begitu pula belajar
Tidak ada belajar yang menyenangkan untuk mencapai keberhasilan.
Karena keberhasilan itu membutuhkan sebuah perjuangan.
Perjuangan berarti rela mengorbankan tenaga, waktu dan biaya sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan.
oleh karena itu, ketika kau menginginkan untuk berhasil, maka kau harus siap dengan segala sesuatu yang tidak "mengenakkan". Tetapi, ingatlah sebuah pepatah
berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian.
bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

diadaptasi dari Jahja Umar, PhD.
29 mei 2016
Dhien Astrini. 

Kamis, 26 Mei 2016

Kesimpulan Hidup

betapa berharganya waktu dan kesempatan
selama ini sudah banyak terbuang
hanya untuk hal yang dianggap penting
nyatanya pada akhirnya tak lagi penting.

betapa indahnya kota yang begitu luas
selama ini sudah banyak berdiam
hanya untuk hal yang dianggap berlindung
nyatanya pada akhirnya bukan untuk berlindung

betapa kejamnya hidup yang katanya keras
selama ini sudah banyak dikalahkan
hanya untuk hal yang dianggap tak mampu
nyatanya pada akhirnya mampu dilawan

bukan sekedar berbicara
bukan sekedar omong kosong
apalagi sekedar mencari popularitas

kita terbiasa mengungkapkan argumen
yang secara blak-blakkan menyakitkan

tapi apakah mereka tahu?
dibalik itu semua ada satu kata yang mendasari.
yaitu "Peduli"

Kepedulian menjadikan seseorang mampu untuk menyimpulkan bahwa ketika pada akhirnya sesuatu itu tidak lagi penting maka perlindungan sudah tak pantas lagi, lantas hidup yang katanya keras pun mampu dilawan?

hidup disini memang keras.
tapi kau harus lebih keras
agar kau tak terkalahkan oleh kerasnya hidup.
ketika kau bisa melawannya maka hidup yang akan bertekuk lutut pada prinsip hidupmu.