Malam ini tepat malam jum'at, tapi tidak terasa hal yang menakutkan atau apapun yang sedang melintas di pikiran ini. Justru yang ada rasa kegetiran akan masalah-masalah hidup yang kulalui. mungkin tepatnya ini bukanlah sebuah masalah, tapi ini adalah sebagian ujian dari sang penguasa bahkan mungkin ini bukan sebagian tapi secuil ujian yang layak diberikan pada umatNya. Tidak lah salah jika sesuatu yang dipertemukan kemudian dipisahkan, tapi apakah mungkin jika sesuatu yang telah lama bersama akan ikhlas melepaskan segalanya. sulit untuk merelakan meski hanya korban batin dan perasaan. Bukan Fisik.
Memang benar sebuah kalimat yang berbunyi seperti ini " Yang Terbaik Tak Selamanya Bersama". Betapa singkat kalimat itu,namun aku bisa memaknai sedalam-dalamnya hati yang bengkak oleh rasa sedih.
aku tak menangisi, bukan berarti aku tak menyayangi ataupun tak merasakan pahitnya duka yang tercipta. aku hanya menepis setiap rasa sedih yang hadir di antara kita semua, aku mencoba membangkitkan semangat hidupmu dengan sebuah senyuman dan tawa riang ku.
Dalam memori dan ingatan ku saat ini aku hanya bisa membayangkan mu seperti terakhir kali kita berjumpa, dirimu tersenyum padaku, meski sepahit apa yang kau sembunyikan dalam batinmu. aku tak kuasa berbicara banyak saat-saat kepergianku. kini semua memori itu tak patut ku bayangkan sebab saat ini semuanya sudah jauh berbeda. meski ragamu sudah jauh berbeda dari yang kemarin namun aku percaya bahwa hatimu dan kasih sayang mu untuk semua orang yang menyayangimu takkan pernah berubah.
Aku bersyukur menjadi bagian dari cerita hidupmu. semua memori masa kecil ku yang indah takkan pernah bisa ku lupa. meski saat ini keluarga kita sudah tak seutuh dulu. satu persatu pergi meninggalkan ku, padahal aku masih berada di tengah perjalanan untuk menghadiahkan buah perjuanganku untuk kalian semua.
Tapi aku percaya kalian pasti melihatku nanti :)